TAS VS TAS
IIni kisah nyata tentang seorang ibu yang memberikan sebuah tas kepada seorang nenek di sebuah kota kecil di sumatera utara,mari kita mulai ceritanya teman. ^_^
Setiap hari senin dan jum'at tanteku pergi mengaji di mesjid di dekat rumah. Diantara teman-teman mengajinya ada seorang nenek yang sudah tua dan orang yang kurang mampu. Opung adalah nama panggilan nenek tersebut, beliau sudah berumur 70 tahun tapi beliau sangat rajin dan semangat dalam mengikuti pengajian, sangat jarang sekali dia absen dalam mengikuti pengajian di mesjid walaupun dia mengaji dengan memakai tas yang sedikit rusak(sobek) dan lusuh untuk membawa Alqur'an dan mukenanya.
Suatu hari tanteku memberi Opung tersebut sebuah tas baru.si Opung tampak senang sekali menerima tas itu dan beliau membalas hadiah tersebut dengan Doa." Semoga hanya Allah yang bisa membalasnya dan murahkan rezekimu" katanya." Amin, begitu juga dengan Opung" jawab tanteku. Setiap kali mengaji Opung selalu memakai tas tersebut, kini Alqur'an dan mukena si Opung dapat terjaga dengan baik. Tanteku senang karena tas yang diberikannya benar-benar bermanfaat.
Hari-hari berlalu.
Suatu hari tanteku pulang kerja dengan menbawa sebuah tas baru. Dia mendapatkannya dari bekas muridnya yg sudah lulus dan bekerja. Sebuah tas yang cantik dan sangat bagus. Tanteku pun baru ingat kalau dia pernah menberikan sebuah tas untuk Opung dua minggu yg lalu. Tas yg diberikannya kepada Opung tersebut diganti Allah dengan sebuah tas yg cantik yang lebih bagus. Tas berbalas tas.
Dari kisah nyata ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran bahwa tak ada yang sia-sia. kalau baik kita berbuat maka baik pula yang kita peroleh.
ditulis oleh: Hafni Harun(orang yang ada di dalam cerita tersebut)
Setiap hari senin dan jum'at tanteku pergi mengaji di mesjid di dekat rumah. Diantara teman-teman mengajinya ada seorang nenek yang sudah tua dan orang yang kurang mampu. Opung adalah nama panggilan nenek tersebut, beliau sudah berumur 70 tahun tapi beliau sangat rajin dan semangat dalam mengikuti pengajian, sangat jarang sekali dia absen dalam mengikuti pengajian di mesjid walaupun dia mengaji dengan memakai tas yang sedikit rusak(sobek) dan lusuh untuk membawa Alqur'an dan mukenanya.
Suatu hari tanteku memberi Opung tersebut sebuah tas baru.si Opung tampak senang sekali menerima tas itu dan beliau membalas hadiah tersebut dengan Doa." Semoga hanya Allah yang bisa membalasnya dan murahkan rezekimu" katanya." Amin, begitu juga dengan Opung" jawab tanteku. Setiap kali mengaji Opung selalu memakai tas tersebut, kini Alqur'an dan mukena si Opung dapat terjaga dengan baik. Tanteku senang karena tas yang diberikannya benar-benar bermanfaat.
Hari-hari berlalu.
Suatu hari tanteku pulang kerja dengan menbawa sebuah tas baru. Dia mendapatkannya dari bekas muridnya yg sudah lulus dan bekerja. Sebuah tas yang cantik dan sangat bagus. Tanteku pun baru ingat kalau dia pernah menberikan sebuah tas untuk Opung dua minggu yg lalu. Tas yg diberikannya kepada Opung tersebut diganti Allah dengan sebuah tas yg cantik yang lebih bagus. Tas berbalas tas.
Dari kisah nyata ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran bahwa tak ada yang sia-sia. kalau baik kita berbuat maka baik pula yang kita peroleh.
ditulis oleh: Hafni Harun(orang yang ada di dalam cerita tersebut)
Comments
Post a Comment